Tim DIDETA UII Raih Terbaik II Nasional pada KBMK 2026
Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim DIDETA UII berhasil meraih Terbaik II Nasional pada Cabang Keuangan–Audit Investigatif dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) Tingkat Nasional Tahun 2026.
Tim DIDETA beranggotakan Deti Ayu Setyaningrum dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, Dimas Saputra dari Program Studi Hukum, dan Dita Ayu Setyaningrum dari Program Studi Psikologi. Dalam mengikuti kompetisi tersebut, tim didampingi oleh Reny Lia Riantika, S.E., M.Acc., Ak. sebagai dosen pendamping serta Tiyas Kurnia Sari, S.Ak., M.Sc. sebagai mentor.
KBMK 2026 merupakan kompetisi mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Babak Grand Final KBMK 2026 dilaksanakan secara luring di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, dengan agenda Grand Final dijadwalkan pada 28 September–2 Oktober 2026.
Perjalanan Tim DIDETA menuju Grand Final berlangsung melalui persaingan nasional yang ketat. Berdasarkan keterangan resmi Ditjen Dikti, KBMK 2026 pada tahap awal diikuti 1.610 peserta yang tergabung dalam 597 tim dari 200 perguruan tinggi. Setelah melalui rangkaian seleksi, sebanyak 70 mahasiswa dalam 25 tim dari 19 perguruan tinggi berhasil melaju ke babak Grand Final.
Pada Cabang Keuangan–Audit Investigatif, Tim DIDETA menjadi satu dari hanya lima tim yang lolos ke Grand Final. Empat tim lainnya berasal dari Universitas Bina Nusantara, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Negeri Padang.
Prestasi Tim DIDETA pada KBMK 2026 sekaligus menambah capaian mahasiswa UII dalam kompetisi nasional yang diselenggarakan di bawah Kemdiktisaintek. Dukungan dosen pendamping, mentor, dan universitas diharapkan terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas akademik, kemampuan analitis, kolaborasi lintas disiplin, serta keberanian berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.(RBK)



