• Universitas
  • UIIGateway
  • Telpon : 0274-898444 Ext. 1212
  • English
  • Bahasa Indonesia
Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan (DPK) UII
  • INFORMASI
    • Informasi Beasiswa
    • Kompetisi Mahasiswa
    • Agenda Kemahasiswaan
    • Capaian Kemahasiswaan UII
    • Fasilitas Kegiatan Mahasiswa
  • LAYANAN
    • Layanan Beasiswa
    • Konseling Mahasiswa
    • Reward Prestasi & Publikasi
    • Bantuan Dana Kegiatan
    • Santunan Kesehatan
    • Layanan Surat
      • Permohonan Pembuatan Surat
      • Permohonan Tanda Tangan Direktur
    • SIMPRESTASI
    • UII Learning Center
    • STUMALL
  • PENGUMUMAN
  • PERATURAN & PEDOMAN
  • PROFIL & KONTAK
    • Profil DPK
    • Sasaran Mutu
    • Program Unggulan
    • Kontak
    • Logo
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
Berita, Inovasi dan Kewirausahaan

Pengolah Air Minum Darurat Karya Mahasiswa UII

Keterbatasan pasokan air bersih di daerah bencana perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak termasuk para relawan. Pada kondisi darurat pasca bencana, air minum yang aman dikonsumsi menjadi salah satu prioritas utama yang harus disediakan bersama dengan obat-obatan. Hal tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit yang berkaitan dengan penggunaan air (waterborne diseases) di lokasi bencana.

Kelompok Kreatifitas Mahasiswa UII yang diketuai Gayuh Ajeng Wandansari (FTSP-Teknik Lingkungan) dan beranggotakan Hayuno Sukmo Nur Prajanto (FTSP-Teknik Lingkungan), Muh. Tri Nur Pamungkas (FTI-Teknik Elektro) melalui Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) pada bidang Karsa Cipta tahun 2019 menciptakan “PORWAF-PV” Photovoltaic Portable Water Filter. Inovasi yang diciptakan merupakan alat pengolahan air siap minum portable dengan menggabungkan teknologi filtrasi-disinfeksi yang dilengkapi dengan panel surya (photovoltaic).

Menurut Gayuh, perlu menyediakan alternatif teknologi penyedia air minum yang praktis dan ringkas (portable), namun memiliki kemampuan yang baik (effective) untuk menghasilkan air minum sesuai dengan standar. “Selain itu yang tidak kalah penting teknologi tersebut harus dapat dioperasikan secara cepat (tactical) dan mudah pada kondisi darurat,” ujarnya kepada Humas UII pada Rabu (3/7).

Gayuh mengatakan pemenuhan air minum pada kondisi darurat bencana yang selama ini dilakukan adalah dengan mengirimkan air kemasan menuju lokasi bencana. Namun seringkali usaha tersebut terkendala kerusakan infrastruktur. “Terlebih lagi, masyarakat masih harus dihadapkan kepada realita keterbatasan energi listrik, dan kualitas sumber air yang buruk pasca bencana,” ujarnya.

Hayuno menambahkan, kondisi geografis Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar yaitu Indo-Australian, Eurasia dan Lempeng pasifik yang sewaktu-waktu dapat bertumbukan dan menghasilkan ledakan energi yang cukup besar. Selain itu, Indonesia juga berada pada pacific ring of fire berupa jalur rangkaian gunung api paling aktif di dunia yang setiap saat dapat meletus. “Kondisi tersebut menjadikan sebagian besar wilayah Indonesia rawan terhadap bencana (prone disaster area),” ungkapnya.

Sementara disampaikan Muh. Tri, serangkaian bencana yang terjadi di Indonesia telah menimbulkan kerugian yang cukup besar seperti korban jiwa, dan kerusakan infrastruktur. Bencana alam yang sering terjadi juga mendorong munculnya kelompok relawan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa pecinta alam. Kelompok relawan tersebut sering terlibat dalam berbagai kegiatan di lokasi bencana seperti respon darurat bencana (emergency response) untuk tujuan pencarian dan evakuasi korban. Sebagian kelompok relawan juga terlibat pada proses rehabilitasi (recovery) pasca bencana seperti kegiatan pemulihan dan rekontruksi.

“Kehadiran PORWAF-PV ini, diharapkan dapat membantu para relawan ketika terjun dan beraktivitas di daerah bencana untuk memenuhi kebutuhan air minum mereka sendiri sekaligus menjadi penambah semangat untuk terus berjuang. “PORWAF-PV juga dapat dimanfaatkan oleh para pengungsi untuk mencukupi kebutuhan air minum pada kondisi darurat,” pungkas Muh. Tri.

Juli 11, 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
https://kemahasiswaan.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/07/Pengolah-Air-Minum-Darurat-Karya-Mahasiswa-UII.jpg 330 480 @dminwebmhs https://kemahasiswaan.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/05/logo-web-dpk-1.png @dminwebmhs2019-07-11 15:03:182019-07-11 15:03:18Pengolah Air Minum Darurat Karya Mahasiswa UII

BERITA TERBARU

  • Pengumuman Leadership Training UII EC Angkatan 2024
  • Seleksi Beasiswa Unggulan UII Untuk Angkatan 2025 Tahun Akademik 2025/2026
  • Pengumuman Career Preparation Training UII Excellent Community 2022
  • Pengumuman Personal Development Basic Training & Outbound – UII EC Angkatan 2025
  • Pengumuman Excellent Mentoring Training UII EC Angkatan 2023
  • Pengumuman Hasil Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) UII Tahun 2026
  • Penerima Beasiswa UPZ BAZNAS PT Bank Permata TBK Tahun 2026
  • Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa Bank CIMB Niaga Syariah Tahun 2026
  • Hasil Seleksi Berkas Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Universitas Islam Indonesia Tahun 2026
  • Tawaran Beasiswa UPZ BAZNAS PT BANK PERMATA TBK Tahun 2026

HUBUNGI KAMI

Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan
Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat) Lt. 2
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

[email protected]
0274-898444 Ext. 1212
+62 898444 1212
@kemahasiswaanuii
@kemahasiswaanuii

INFORMASI PENTING

  • Universitas
  • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • Pembinaan Keagamaan Mahasiswa
  • Informasi dan Layanan Karir
  • Inkubator Bisnis & Inovasi Bersama
  • UII Learning Center

© Hak Cipta 2025 - Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan UII | Pengelolaan Situs Web | Sangkalan | Konten dimutakhirkan 19 September2021
Link to: Mengolah Limbah Laboratorium Agar Ramah Lingkungan Link to: Mengolah Limbah Laboratorium Agar Ramah Lingkungan Mengolah Limbah Laboratorium Agar Ramah Lingkungan Link to: Mahasiswa UII Belajar Teknologi Hijau di Jepang Link to: Mahasiswa UII Belajar Teknologi Hijau di Jepang Mahasiswa UII Belajar Teknologi Hijau di Jepang
Scroll to top Scroll to top Scroll to top