PPK Ormawa SINERA UII Kembangkan Peternak Sapi Perah Desa Purwobinangun Dengan Mengelola Keuangan Lebih Cerdas melalui Platform Digital
Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tim SINERA menggelar pelatihan manajemen keuangan digital bagi peternak sapi perah di Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program pemberdayaan yang sedang berlangsung ini merupakan bagian dari Sistem Inovasi Peternakan Rakyat Integrasi Operasional Terpadu (SI PATRIOT), dengan fokus utama membantu peternak mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha secara lebih rapi melalui sistem berbasis web, sehingga mereka dapat mengetahui kondisi keuangan usahanya secara jelas dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan.
Pelatihan pencatatan keuangan digital ini dilaksanakan di Desa Purwobinangun dengan cakupan tiga dusun, yaitu Dusun Kemiri, Turgo, dan Ngepring, serta diikuti oleh para peternak sapi perah dari ketiga dusun tersebut.
Roisul Azi, selaku ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa SINERA UII, dalam pengarahannya mengingatkan peternak akan pentingnya pencatatan keuangan yang rutin agar usaha yang dijalankan dapat lebih terukur. “Dalam manajemen usaha peternakan, khususnya sapi perah, pencatatan keuangan atau tracking keuangan itu hal yang penting. Karena dengan itu, peternak bisa mengetahui setiap pengeluaran dan pendapatan untuk melangsungkan usaha peternakannya, sekaligus bisa mengendalikan potensi kerugian,” ujarnya.
Secara teknis, sistem pencatatan keuangan yang dikembangkan berbasis web dan dapat diakses melalui ponsel, sehingga peternak dapat mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha secara rutin tanpa perlu proses yang rumit. Data yang tercatat kemudian akan terekap secara otomatis dan menunjukkan besaran keuntungan setiap bulannya, termasuk pos pengeluaran mana yang paling besar, seperti biaya konsentrat. “Sistem keuangan ini berjalan dengan sederhana. Diawali dari pencatatan setiap pengeluaran, pendapatan, serta hasil produksi susu sapi per harinya oleh peternak. Hasil pencatatan ini kemudian menjadi sumber data yang terintegrasi dengan website peternakan Desa Purwobinangun,” ungkap Roisul Azi.
Salah satu peternak, Bu Denok, mengaku selama ini ia dan suaminya belum pernah mencatat pemasukan usaha secara rinci. “Enggak Pak, sama sekali enggak. Paling mencatatnya itu hasil susunya berapa, terus habis makan konsentratnya berapa. Kalau pemasukan uangnya enggak,” ujarnya. Ketiadaan catatan itu membuatnya sulit mengetahui untung atau rugi dari usaha yang dijalankan setiap bulan, terutama saat musim produksi sedang baik. “Selama ini kalau pas musim bagus itu banyak untungnya, tapi belum tercatat. Enggak tahu keuntungannya seberapa besar,” tambahnya. Meski begitu, ia menyambut baik rencana penerapan sistem pencatatan digital yang ditawarkan tim SINERA. “Insha Allah, Mbak. Soalnya kalau hape-nya memungkinkan, ya kami mau coba,” katanya, sembari berharap sistem tersebut dapat membantunya mengetahui pengeluaran terbesar dalam usahanya, yang selama ini didominasi oleh biaya konsentrat.
Program ini dirancang untuk memberikan dampak yang bertahan lama bagi peternak Desa Purwobinangun setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir. Tim PPK Ormawa SINERA UII berharap peternak dapat terus menggunakan sistem pencatatan keuangan secara mandiri, dengan dukungan pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Karang Taruna setempat. “Besar harapan kami, program ini dapat berkelanjutan serta dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya peternak Kalurahan Purwobinangun. Di samping itu, kami juga berharap program SI PATRIOT ini dapat menjadi model usaha peternak yang produktif dan berbasis circular smart farming,” harapnya. (RBK)




