CENTRIS FTI UII Gagas Program “KO AWIS”: Dorong Kesejahteraan Warga Desa Ngawis Lewat Ekosistem Hilirisasi Kakao dan Pojok Literasi Terpadu
YOGYAKARTA – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) dari Center of Islamic Engineers (CENTRIS) Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) secara resmi meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk “KO AWIS (Kakao Olahan Desa Ngawis): Penguatan Kapasitas Masyarakat Melalui Pojok Literasi Terpadu Berbasis Ekosistem Hilirisasi Kakao Menuju Desa Cerdas”.
Program ini digagas sebagai solusi komprehensif atas permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Berdasarkan data Kalurahan Ngawis tahun 2025, sebanyak 37,3% masyarakat bermata pencaharian sebagai petani atau pekebun, dengan 454 Kartu Keluarga (KK) memiliki komoditas pohon kakao. Kendati demikian, sejak berhentinya penyerapan panen oleh mitra industri pada tahun 2017, para petani terpaksa menjual kakao secara mandiri dalam bentuk biji mentah ke tengkulak dengan harga yang fluktuatif dan nilai tambah rendah, yang berdampak pada penurunan tingkat perekonomian warga.
Melihat kondisi tersebut, tim PPK ORMAWA CENTRIS FTI UII yang diketuai oleh Muhammad Imam Baihaqi di bawah bimbingan dosen pendamping Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., menginisiasi program intervensi berbasis edukasi dan teknologi tepat guna (TTG) untuk mentransformasi Desa Ngawis menuju Desa Cerdas (Smart Village).
| “Program KO AWIS hadir untuk menjembatani kesenjangan antara melimpahnya bahan baku kakao dengan kapasitas sumber daya manusia di Desa Ngawis. Melalui ekosistem ini, mahasiswa tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat sasaran agar mampu mengolah komoditas lokal dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.”
— Dr. Dwi Adi Purnama, S.T., Dosen Pendamping PPK ORMAWA CENTRIS UII |
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana, Muhammad Imam Baihaqi, menjelaskan bahwa program KO AWIS diwujudkan melalui pembentukan empat Pojok Literasi Terpadu yang melibatkan kolaborasi bersama kelompok masyarakat “AWIS Swadaya”, yang menghimpun Karang Taruna dan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN).
| “Kami menghadirkan empat Pojok Literasi utama, yaitu KO AWIS Hilir untuk peningkatan nilai tambah pengolahan produk kakao seperti bubuk dan pasta kakao, KO AWIS Entrepreneur untuk manajemen usaha dan keuangan, KO AWIS Digital untuk optimalisasi pemasaran digital dan e-commerce, serta KO AWIS Sirkular untuk pemanfaatan limbah dan hasil samping kakao.”
— Muhammad Imam Baihaqi, Ketua Tim Pelaksana PPK ORMAWA KO AWIS |
Ia menambahkan, intervensi kegiatan dilaksanakan secara terstruktur melalui 12 sesi pertemuan belajar nonformal yang dipadukan dengan implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin pengolah kakao 2-in-1 (pemasta dan pembubukan) hasil rancangan tim UII. Selain itu, program ini didukung oleh peluncuran platform digital KO AWIS e-corner (e-cornerkoawis.vercel.app) sebagai pusat informasi publik dan diseminasi digital desa.
Pelaksanaan program KO AWIS dijadwalkan berlangsung selama 17 minggu, mulai Juni hingga Oktober 2026, dengan total dukungan pendanaan sebesar Rp28.800.000 yang bersumber dari Direktorat Belmawa Kemendikbudristek.
Melalui roadmap jangka panjang 2026–2029 (RINTIS, ADEG, REMBAKA, dan MULYA), program KO AWIS diharapkan mampu memproduksi produk olahan kakao unggulan beridentitas lokal seperti AWIS Powder dan AWIS Paste, memperoleh legalitas usaha (NIB, PIRT), hingga kelak dapat direplikasi sebagai model Desa Cerdas berbasis komoditas unggulan di daerah lain. (RBK)





