Sabar dan Pemaaf Dalam Menjalankan Kehidupan

Dalam menjalankan kehidupan ini, setiap orang pasti akan menemui berbagai halangan dan rintangan yang menghadang. Salah satu rintangan yang akan dihadapi yaitu ejekan atau cemoohan dari orang sekitar. Misal ada orang yang tidak suka dengan keberhasilan kamu dan sering membicarakan kejelekan-kejelekan dibelakang kamu. Apa yang akan kamu lakukan untuk melampiaskannya? Apakah kamu akan memarahinya, membalasnya, atau dendam kepadanya? Lantas jika orang tersebut nantinya sadar akan kesalahannya dan meminta maaf, apakah kamu akan memaafkan atau mengabaikannya? Jika kamu mau memaafkan berarti kamu sudah menunjukan perilaku yang sabar dan pemaaf.

Sabar dan pemaaf merupakan perilaku yang sangat mulia. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 153 dan surah Ali ‘Imran ayat 134.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

 

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali ‘Imran:134)

Sabar dan pemaaf juga salah satu kepribadian yang dimiliki Rasulullah. Kesabaran Rasulullah tidak terbatas, selalu terbuka untuk siapa saja. Beberapa kisah yang menggambarkan sabar dan pemaaf seorang Rasulullah yaitu: Seusai menaklukan Mekkah, Rasulullah memilih untuk memaafkan apa yang pernah dilakukan suku Quraisy selama memerangi ia selama 13 tahun dan memutuskan untuk membebaskan mereka. Bahkan penyiksaan yang dialami Rasulullah ketika perang Uhud disikapinya dengan penuh kesabaran, padahal penyiksaan itu menyebabkan gigi Rasul copot dan wajahnya terluka.

Rasulullah juga memaafkan orang Badui yang telah merobek bajunya dengan kasar. Rasul justru membalas perlakuan orang itu dengan menghadiahinya gandum dan kurma. (HR. Albukhari, Muslim, dan Thabaqat Ibn Sa’d).

Semoga kita semua merupakan orang – orang yang senantiasa sabar dan pemaaf dari pada pembenci dan pendendam.

Referensi:

Rakhma Ade, dan Yulinda Rohedy. 2014. Moslem Idol. Depok: Mutiara Allamah Utama

Penulis:

Rifki Baskara Kuncorojati S.Kom