Mahasiswi Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil mendulang prestasi dengan meraih Juara 1 Lomba Esai Nasional dalam lomba The Investment Competition 2021: Pemulihan Ekonomi Terhadap Pasar Saham. Putri Liyana (Prodi Akuntansi 2020) berhasil mengharumkan almamater UII dan mengalahkan berbagai perguruan tinggi lainnya. Kompetisi tersebut diadakan secara virtual oleh studi klub Investment President University dalam rentang waktu Juni hingga Juli 2021.

Terdapat beberapa sub tema yang diberikan panitia, salah satunya yakni Consumer Goods yang menjadi pilihan Putri. Topik yang diangkat olehnya adalah “Kebangkitan Ekonomi Zamrud Khatulistiwa melalui Empat Strategi Pemecah Gembok Problematik.”

Disampaikan Putri Liyana, pemilihan sub-tema yang ada bukan tanpa alasan. “Kalau misal dilihat, sektor ini selama pandemi tidak terlalu berdampak seperti sektor lain. Misal seperti sektor real estate turun hingga 34,8 persen, sektor industri turun 29,55 persen. Untuk consumer goods sendiri 18,06 persen,” ungkapnya mengenai alasan dirinya memilih sub-tema.

Empat strategi yang ditawarkan dalam esai Putri adalah: Pasar saham harus efisien, sistem keuangan harus stabil, perlunya meningkatkan kepercayaan konsumen, dan survival di tingkat individu dan entitas usaha. Menurutnya kondisi pasar saham yang ada selama pandemi ini belum cukup efisien.

Di masa pandemi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus tetap eksis di pasar dengan aktif mengeluarkan regulasi agar tidak terjadi penurunan indeks. Selain itu pihak yang bersangkutan juga harus turun tangan dalam menangani kondisi pasar yang tidak pasti misal seperti penangguhan perdagangan selama 30 menit. Kebijakan tersebut dinilai efektif karena ketika perdagangan berhenti sejenak, orang punya waktu untuk berpikir untuk mengembalikan rasionalitasnya.

Sistem keuangan yang riskan kala pandemi juga menjadi isu yang diangkat juga dalam esainya. Kebijakan untuk melarang short selling (menjual kembali saham yang telah dibeli sebelumnya) dipandang mampu untuk mengatasi struktur pasar yang riskan kala pandemi.

Terkait hal untuk memikat kepercayaan masyarakat dalam consumer goods, Putri menjelaskan beberapa cara untuk memikat kembali hati konsumen. Dirinya mengutip langkah Yasa Singgih, Co Founder Men’s Republic sebanyak tiga cara: harus waspada situasi dan memaksimalkan bantuan, memeriksa suhu karyawan, dan menjaga komunikasi yang baik dengan konsumen.

“Perihal menjaga komunikasi dengan konsumen itu sangat penting, karena pelanggan itu dapat mengerti status bisnis yang ada saat ini. Tidak hanya konsumen, komunikasi antar karyawan juga penting. Paling tidak saling mendukung berinvestasi agar bisnis yang dijalankan dapat bertahan di masa pailit,” tutur Putri.

Sementara itu strategi terakhir yang ditulis olehnya adalah survival secara personal dan entitas usaha. Kunci revitalisasi perekonomian nasional adalah kelangsungan hidup individu dan entitas perusahaannya. Negara harus mengerahkan segala kemungkinan termasuk memberi stimulus agar rakyat tidak kolaps ketika masa sulit dan dapat mempertahankan produktivitas.

Yang dibutuhkan adalah regulasi yang tepat dari segi lokasi, waktu, dan prosedur tersendiri. “PPKM misalnya yang bisa menjamin pemutusan mata rantai penularan kasus Covid-19, maka regulasi itu harus dilakukan dengan masif dan patuh,” imbuhnya.

Di akhir interview, Putri mengaku tertarik mencoba hal-hal baru termasuk mengikuti perlombaan. Dara ini teguh memegang prinsip lebih baik mencoba meski gagal daripada tidak sama sekali. Di luar aktivitas kuliah, dirinya aktif dalam berorganisasi baik di dalam maupun luar kampus. “Jangan pernah takut untuk mencoba, karena semuanya itu bisa dimulai dari coba-coba dan bisa memberikan hasil. Jangan takut gagal, gagal itu wajar dalam setiap kompetisi. Kalau menang itu hadiah, kalau gagal itu juga hadiah tapi berupa pengalaman,” pungkasnya. (KR/ESP)